NATO Kepung Putin, Antisipasi Manuver Militer Rusia di Kawasan Eropa

Nato Squares Up to Putin, As Russia Beefs Up Its Military Might on Europe`s Border

Editor : Ismail Gani
Translator : Novita Cahyadi


NATO Kepung Putin, Antisipasi Manuver Militer Rusia di Kawasan EropaPerancis, Denmark, Italia dan sekutu lainnya diharapkan untuk bergabung pada empat kelompok pertempuran yang dipimpin oleh Amerika Serikat, Jerman, Inggris dan Kanada menuju ke Polandia, Lithuania, Estonia dan Latvia (Foto & Data: MailOnline)

ESKALASI militer Rusia di perbatasan Eropa memicu pihak Barat mengerahkan kekuatan militer terbesar di wilayah tersebut sejak Perang Dingin dan Nato bermaksud mengepung Vladimir Putin.

Inggris telah mengerahkan pasukan, didukung tank dan jet ke Estonia untuk menghalangi agresi Rusia sementara Inggris dan pasukan militer Rumania juga akan bergabung dengan batalion AS di Polandia.

Sebagai bagian dari peningkatan kekuatan militer di Eropa Timur sejak Perang Dingin, pesawat jet RAF juga dikerahkan untuk berpatroli di wilayah udara Rumania untuk pertama kalinya.

Langkah tersebut sebagai upaya menghentikan Moskow mengambil alih atau merusak bekas negara satelitnya di Eropa Timur yakni Krimea dan Ukraina.

AS berharap kepada negara-negara Eropa untuk mengisi empat kelompok pertempuran didukung sekitar 4.000 tentara sebagai bagian dari respon Nato pada Rusia. Pasukan yang lebih banyak  akan dikirim ke negara-negara Baltik dan timur Polandia awal tahun depan. Mereka akan didukung oleh 4.000 personel reaksi cepat Nato.

Perancis, Denmark, Italia dan sekutu lainnya diharapkan untuk bergabung pada empat kelompok pertempuran yang dipimpin oleh Amerika Serikat, Jerman, Inggris dan Kanada menuju ke Polandia, Lithuania, Estonia dan Latvia, dengan kekuatan utama mulai dari infanteri lapis baja hingga pesawat tanpa awak (drone).

Situasi ini meruncing setelah Rusia mengungkap foto-foto tentang rudal nuklir terbesarnya - Satan 2 - yang mampu melumatkan daratan Inggris.

Kemarin, Putin juga dikabarkan meluncurkan rudal balistik RS-18, yang diyakini sebagai sebuah tes untuk melihat apakah rudal tersebut dapat mengalahkan sistem pertahanan AS.

Dan hari ini, 130 pusat militer berada dalam posisi siaga tempur dan enam negara sekitarnya untuk latihan militer untuk menanggapi serangan dari Barat.

Dalam perkembangan lain: Beberapa negara anggota Nato, termasuk Estonia, khawatir akan menjadi sasaran berikutnya dari daftar Presiden Putin. Dan sesama anggota Nato, termasuk Inggris, memiliki kewajiban hukum untuk membela mereka.

Peningkatan kemampuan aliansi melibatkan 800 pasukan Inggris yang dikerahkan ke Estonia selama enam bulan dari Mei. Mereka akan didukung oleh tentara dari anggota Nato lainnya untuk mengantisipasi kondisi terburuk.

Sir Michael Fallon mengatakan misi militer Inggris akan menggabungkan tank Challenger 2, kendaraan Warrior dan drone genggam seperti dilansir MailOnline.

Berbicara di markas NATO di Brussels, Menteri Pertahanan Fallon menambahkan: "Inggris melakukan langkah penting di Nato, dengan jaminan bahwa kami mampu mengatasi situasi."

"Meskipun kami meninggalkan Uni Eropa, kami akan berbuat lebih banyak untuk membantu mengamankan sisi-sisi timur dan selatan wilayah Nato."

Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan menambahkan: 'Inggris berupaya meningkatkan langkah militer untuk mendukung sekutu-sekutunya di Eropa, untuk menghadapi Rusia secara lebih tegas."

RUSSIA'S military escalation on Europe's border has triggered the West's biggest show of force in the region since the Cold War as Nato continues to square up to Vladimir Putin.

Britain is to deploy troops, tanks and jets to Estonia to deter Russian aggression while UK and Romanian forces will also join a US battalion in Poland.

As part of the biggest military build-up in Eastern Europe since the Cold War, RAF planes are also being dispatched to patrol Romanian airspace for the first time.

The moves are designed to stop Moscow taking over or undermining its former Eastern European satellites as it has with Crimea and Ukraine.

The US is hoping for European nations to fill four battle groups of some 4,000 troops as part of Nato's response to Russia. More troops will be sent to the Baltic states and eastern Poland early next year. They will be backed by Nato's 40,000-strong rapid reaction force.

France, Denmark, Italy and other allies are expected to join the four battle groups led by the United States, Germany, Britain and Canada to go to Poland, Lithuania, Estonia and Latvia, with forces ranging from armoured infantry to drones.

It comes after Russia unveiled pictures of its largest ever nuclear missile – Satan 2 – which is capable of obliterating the UK.

Yesterday, Putin also reportedly launched an RS-18 ballistic missile, understood to be a test to see if it could defeat US defence systems.

And today, 130 military centres were put on high alert in Russia and six surrounding countries for drills on the region's ability to respond to attacks from the West.

In other developments: Several Nato states, including Estonia, fear they could be next on President Putin's hit list. And fellow members, including the UK, have a legal duty to defend them.

The alliance's build-up will see 800 UK troops deployed to Estonia for six months from May. They will be relieved by soldiers from another Nato nation to keep up a continuous presence.

Sir Michael Fallon said the British mission would incorporate Challenger 2 tanks, Warrior vehicles and hand-held drones.

Speaking at Nato headquarters in Brussels, the Defence Secretary added: 'This is Britain stepping up in Nato, beefing up the reassurance that we are able to offer.

'Although we are leaving the European Union, we will be doing more to help secure the eastern and southern flanks of Nato.'

An MoD spokesman added: 'The UK is stepping up its package of measures to support its allies in Europe, in the face of a more assertive Russia.'