Pesawat Metrojet Rusia Jatuh di Mesir, 224 Penumpang dan Kru Tewas

ISIS Claims Responsibility for Russian Jet Crash with 224 on Board in Egypt Leaving No Survivors

Editor : Ismail Gani
Translator : Novita Cahyadi


Pesawat Metrojet Rusia Jatuh di Mesir, 224 Penumpang dan Kru Tewas
Foto dari sebagian penumpang pesawat naas Metrojet yang jatuh di Mesir, lokasi kecelakaan (kanan atas), pesawat Metrojet sebelum kecelakaan (Foto2: MailOnline)

ISIS MENGAKU bertanggung jawab atas kecelakaan pesawat jet penumpang Rusia untuk menanggapi keputusan Presiden Vladimir Putin untuk mengebom target-target yang dikuasai ISIS di Suriah.

Pesawat, yang mengangkut 200 penumpang dewasa, 17 anak-anak dan tujuh kru jatuh kurang dari 25 menit setelah lepas landas dari resor Laut Merah di Sharm el-Sheikh di Mesir.

Pesawat milik Irlandia yang disewa oleh maskapai penerbangan Rusia. Jatuh di daerah Hassana, selatan Arish. Pasukan keamanan menemukan puing-puing pesawat di daerah pegunungan terpencil di kawasan yang banyak dihuni para teroris yang berafiliasi kepada ISIS.

Sumber di Mesir mengklaim bahwa puing-puing telah tersebar di area seluas tiga mil sementara afiliasi ISIS mencoba untuk mengklaim bertanggung jawab atas tragedi tersebut.

Menurut pernyataan: 'Para prajurit dari kekhalifahan berhasil menjatuhkan sebuah pesawat Rusia di Sinai.'

Sebagian besar mayat yang ditemukan dari lokasi kecelakaan terbakar hangus. Pada saat itu, pesawat  membawa beban bahan bakar yang sangat berat.

Ayman al-Mugadem dari Komite Kecelakaan Penerbangan mengatakan pilot memperingatkan pengendali lalu lintas udara bahwa pesawat mengalami 'masalah teknis' dan dia harus mendarat darurat sesegera mungkin.

Menurut data radar, pesawat itu turun lebih dari 6.000 kaki per menit sesaat sebelum kecelakaan, seperti dilansir MailOnline.

Sebuah pernyataan dari kelompok jaringan ISIS yang disiarkan melalui jaringan propaganda jihad mengatakan: 'Sebuah pesawat Rusia dijatuhkan dengan korban tewas lebih dari 220 Tengara Salib Rusia, syukurlah."

Namun, pesawat lenyap dari layar radar pada ketinggian 30.000 kaki, lebih dari dua kali jarak dari kemampuan persenjataan senjata artileri serangan udara yang dipanggul di bahu. Kelompok yang dikenal sebagai A3'Maq News menyatakan: para pejuang dari Negara Islam menjatuhkan pesawat penumpang Rusia di langit Sinai Mesir.'

Sebuah sumber mengatakan: 'Operasi ini untuk menanggapi serangan oleh pesawat Rusia yang telah menyebabkan kematian ratusan warga Muslim di wilayah Suriah, sebagian besar dari mereka wanita dan anak-anak.'

Kepala otoritas penerbangan sipil Mesir, Mahmud al-Zinati. mengatakan ada 'jumlah korban tewas' termasuk 17 anak-anak. Para pejabat mengatakan 214 penumpang adalah warga Rusia dan tiga dari Ukraina.

Mayat korban pertama telah tiba di Kairo.

Adel Mahgoub, direktur perusahaan negara yang mengoperasikan bandara-bandara sipil Mesir, mengatakan pesawat itu telah menjalani pemeriksaan teknis di bandara Sharm el-Sheikh sebelum lepas landas.

Dia mengatakan para pakar berada di lokasi untuk melihat kamera keamanan rekaman dari pesawat Metrojet di bandara.

Pesawat itu disewa oleh Kogalymavia. Juru bicara maskapai Oxana Golovina mengatakan pilot maskapai Valery Nemov berpengalaman lebih dari 12.000 jam terbang.

Dia mengatakan: 'pesawat kami berada di urutan kerja penuh, awak kami berpengalaman, pilot kami memiliki banyak pengalaman terbang, jadi kami tidak tahu (apa yang menyebabkan kecelakaan).'

Mereka menekankan bahwa kesalahan manusia bukan menjadi penyebab kecelakaan pesawat.

Pesawat itu diproduksi pada 1997 dan dioperasikan oleh Metrojet sejak 2012. Sejak meninggalkan pabrik Airbus, pesawat  telah terbang sekitar 56.000 jam terbang dan menyelesaikan hampir 21.000 perjalanan.

Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan timnya yang terdiri dari para pakar ke lokasi kecelakaan untuk menentukan penyebab dari kecelakaan. Ia juga telah menyatakan hari berkabung nasional. Dia telah mengirimkan lima pesawat ke Mesir untuk membantu penyelidikan.

Angkatan Pertahanan Israel menegaskan mereka memiliki informasi intelijen di wilayah itu pada saat kecelakaan itu. Menurut pernyataan: 'Sejak pagi ini IDF dibantu dengan pengawasan udara dalam upaya untuk menemukan pesawat Rusia yang kehilangan kontak di Semenanjung Sinai.'

'IDF telah menawarkan bantuan lanjutan kepada Rusia dan Mesir jika diperlukan."

Reruntuhan pesawat ditemukan sekitar 60 mil selatan kota Sinai Utara dari El-Arish, kata para pejabat Mesir.

'Pesawat militer telah menemukan reruntuhan pesawat ... di daerah pegunungan, dan 45 ambulans telah diarahkan ke lokasi untuk mengevakuasi korban tewas dan terluka," kata pernyataan kabinet.

ISIS HAS CLAIMED responsibility for destroying a Russian passenger jet in response to Vladimir Putin's decision to bomb Jihadi targets in Syria.

The aircraft, which had 200 adult passengers, 17 children and seven crew crashed less than 25 minutes after it took off from the Red Sea resort of Sharm el-Sheikh.

The Irish-owned aircraft was leased by a Russian airline. It crashed in the Hassana area, south of Arish. Security forces discovered the crash wreckage in a remote mountainous area in a region containing many ISIS-affiliated terrorists.

Egyptian sources are claiming that wreckage has been spread over a three-mile area while an ISIS-affiliate has tried to claim responsibility for the disaster.

According to the statement: 'The soldiers of the caliphate succeeded in bringing down a Russian plane in Sinai.'

Most of the bodies recovered from the crash site have been burned. At the time, the aircraft would have been carrying a very heavy fuel load.

Ayman al-Mugadem of the Aviation Incidents Committee said the pilot warned air traffic controllers that aircraft had developed 'a technical problem'  and he needed to land as soon as possible.

According to radar data, the aircraft was descending at more than 6,000 feet per minute shortly before the impact.

A statement from an ISIS-linked group being broadcast on jihadist propaganda channels said: 'A Russian plane was dropped with the destruction of more than 220 Russian Crusaders, thankfully.'

However, the aircraft vanished from radar screens at 30,000 feet, more than double the effective range of a shoulder-carried ground-to-air weapon system.The group known as A3'Maq News under the headline: 'fighters of the Islamic State down a Russian passenger plane in the sky over the Egyptian Sinai.'

It quoted a source as saying: 'This operation came in response to raids by Russian planes that have caused the deaths of hundreds of Muslims on Syrian territory, most of them women and children.'

The head of Egypt's civil aviation authority, Mahmud al-Zinati. said there were 'many dead' including 17 children. Officials said 214 of the passengers were Russians with three Ukrainians on board.

The bodies of the first victims have already arrived in Cairo. 

Adel Mahgoub, chairman of the state company that runs Egypt's civilian airports, said the plane had successfully undergone technical checks at Sharm el-Sheikh's airport before taking off.

He said experts were going there to view security camera footage of the Metrojet plane at the airport.

The aircraft was leased by Kogalymavia.  Airline spokeswoman Oxana Golovina  said the airline's pilot Valery Nemov had more than 12,000 hours of flying experience.

She said: 'Our aircraft was in full working order, our crew was experienced, our pilot had a great deal of flying experience, so we don't know (what caused the crash).'

They stressed that human error was not at fault for the crash. 

The aircraft was manufactured in 1997 and has been operated by Metrojet since 2012. Since leaving the Airbus factory it has flown some 56,000 flight hours completing almost 21,000 journeys.

Russian president Vladimir Putin has ordered his own team of experts to the crash site to determine the cause of the disaster. He has also declared a day of national mourning. He has already sent five aircraft to Egypt to assist with the investigation.

The Israeli Defence Forces confirmed they had intelligence assets in the region at the time of the crash. According to a statement: 'Since this morning the IDF assisted with aerial surveillance in the efforts to locate the Russian airplane that lost contact over the Sinai Peninsula.

'The IDF has offered continued assistance to both Russia and Egypt if required.'

The wreckage was found roughly 60 miles south of the North Sinai town of El-Arish, Egyptian officials said.

'Military planes have discovered the wreckage of the plane... in a mountainous area, and 45 ambulances have been directed to the site to evacuate dead and wounded,' a cabinet statement said.