Pendaratan Terakhir Boeing 747 di Bandara Paling Ekstrim di Dunia

Last Ever KLM 747 to Buzz the Beach at St Maarten Touches Down

Editor : Ismail Gani
Translator : Novita Cahyadi


Pendaratan Terakhir Boeing 747 di Bandara Paling Ekstrim di DuniaMaho Beach adalah salah satu lokasi pendaratan pesawat terbaik di dunia, dengan ribuan wisatawan berani berkumpul di pantai setiap hari untuk berdiri di bawah jalur penerbangan seakan menabrak kepala mereka (Foto2: MailOnline)

SALAH satu hal terbaik tentang Pantai Maliho, bagi banyak orang, yang berada di pulau Karibia St Maarten-St Martin melihat Boeing 747 KLM saat melakukan pendaratan.

Namun pendaratan terakhir oleh pesawat jumbo milik maskapai Belanda pada Jumat.

Fotografer Dennis Janssen merekam pendaratan terakhir KLM 747. Foto karyanya, bersama dengan rekaman video dari MahoBeachCam.com, juga mengabadikan kegembiraan wisatawan di pantai yang berkumpul untuk menyaksikan peristiwa tersebut.

Kamera webcam juga merekam suara gemuruh dari mesin jet pesawat berbodi tambun yang mendarat untuk terakhir kalinya.

Selama lebih dari 20 tahun pesawat raksasa itu menjadi tontonan rutin wisatawan di pantai saat melintas hanya 30 meter di atas kepala sebelum mendarat di Bandara Internasional Princess Juliana.

Namun kini rute penerbangan tersebut dilayani pesawat berukuran lebih kecil - Airbus kecil A330 - yang menggantikan rute 747 dan melakukan pendaratan terakhir, seperti dilaporkan Houston Chronicle.

Pimpinan divisi pilot KLM Boeing 747, Paul van der Ven, mengatakan kepada The Daily Herald: "Ini adalah pendaratan terakhir, terutama karena pemandangan yang tidak terpisahkan dari laut biru Karibia dan pendaratan pesawat di belakang pantai. Boeing 747 secara perlahan menghilang dari armada kami, tetapi pendaratan terakhir ini sangat menyedihkan. Kami merasa sedih, juga karena ikatan bersejarah bahwa pesawat ini memiliki ikatan batin dengan pulau."

Banyak penggemar penerbangan memanfaatkan Twitter untuk mengungkapkan kesedihannya.

Maliniak mengatakan: 'Pantai Maho tanpa [yang] KLM 747 tidak akan sama lagi."

Kazi Ahmed menulis: 'Avgeek atau tidak akan bisa lagi melihat KLM 747 mendarat di bandara St Marteen adalah pemandangan menarik. Saya sedih karena harus pensiun."

Dan Andrea Peterson mengatakan: "Saya tidak tahu 747 tidak lagi terbang di atas Maho Beach! Itu pasti tidak ada lagi di daftar wisata yang sangat kami rindukan."

Maho Beach adalah salah satu lokasipendaratan pesawat terbaik di dunia, dengan ribuan wisatawan berani berkumpul di pantai setiap hari untuk berdiri langsung di bawah jalur penerbangan seakan jet penumpang menabrak kepala mereka.

Suara gemuruh dari mesin pesawat yang melintas di atas kepala wisatawan mengakibatkan topi terlepas dari kepala dan pasir beterbangan dan mereka menikmatinya.

Tanda-tanda yang memperingatkan wisatawan bahwa gemuruh mesin pesawat jet mendekat untuk mendarat dan lepas landas dapat menyebabkan cedera serius atau bahkan kematian tidak mereka gubris.

Wisatawan yang faham akan segera berpegangan pada kawat pagar ketika jet penumpang bersiap untuk lepas landas sehingga mereka tidak terlempar oleh mesin jet saat akan mengudara.

Bandara Princess Juliana, terletak di pulau koloni Belanda (setengah lainnya adalah di bawah koloni Prancis), adalah bandara kedua tersibuk di kawasan Karibia Timur.

Runway-nya kurang dari setengah pada rata-rata panjang landasan yang ditemukan di banyak bandara internasional.

Hal itu mengakibatkan bandara ini disebut sebagai salah satu bandara paling berbahaya di dunia oleh program History Channel tentang Bandara Paling Ekstrim di Dunia seperti dilansir MailOnline.

MOST would agree that a roaringly good time was had by all – but now the party is over.

One of the best things about Maho Beach, for many, on the Caribbean island of St Maarten-St Martin was seeing KLM’s 747s roar overhead to the airport nearby.

But the last-ever hair-raising landing by a jumbo belonging to the carrier was made on Friday.

Photographer Dennis Janssen captured the drama of the final KLM 747 swooping in. His image, along with footage from MahoBeachCam.com, also captured the excitement of the amassed beachgoers below who had gathered to mark the occasion.

The webcam also caught them being blasted by the jet engines of the huge aircraft as it took off for the last time.

For over 20 years the huge airliners have been delighting beach-goers and photographers as they passed just 100 feet overhead and touched down at Princess Juliana International Airport.

But from now on it’ll be a smaller Airbus - an A330 - that serves the 747’s route and makes the dramatic landing on the island, according to the Houston Chronicle.

The chief pilot of KLM’s Boeing 747 team, Paul van der Ven, told The Daily Herald: 'It is an iconic approach, especially because of the inseparable view of the blue Caribbean sea and the aircraft landing just behind the beach. The Boeing 747 is slowly disappearing from our fleet, but the end of this landing hurts. We find it a great pity, also because of the historic ties that this aircraft has with the island.'

Many aviation fans took to Twitter to mourn the end of the era.

User Maliniak said: 'Maho Beach without [the] KLM 747 will never be the same.'

Kazi Ahmed ‏wrote: 'Avgeek or not the magnificent KLM 747 at St Maarten airport was a sight to see. Sad it has been retired.'

And Andrea Peterson said: 'I had no idea the 747 would no longer be flying over Maho Beach! That was definitely a bucket list item that I hate I missed.' 

Maho Beach is one of the world’s best plane-spotting locations, with thousands of brave holidaymakers flocking there every day to stand directly under the flight path as passenger jets buzz overhead.

The blast from the engines of passing planes has been known to blow beachgoers’ hats off their heads and pelt them with sand and other debris.

Signs warn visitors that jet blast from arriving and departing planes can cause serious injury or even death.

Thrillseekers have been known to hold onto a chain-link fence when a jet is preparing for take-off so they are blasted by the engines and lifted off the ground.

Princess Juliana, located on the Dutch side of the island (the other half is a French overseas collectivity), is the second-busiest airport in the eastern Caribbean region.

Its runway is less than half the length of those found at many international airports.

It was previously named one of the world’s most dangerous airports by the History Channel programme Most Extreme Airports.