Vlogger Rekam Kenyamanan `First Class` Emirates Bertarif Rp320 Juta

Incredible Experience in First-class Seat on an Emirates Flight would have Cost around $21,632.30

Editor : Ismail Gani
Translator : Novita Cahyadi


Vlogger Rekam Kenyamanan `First Class` Emirates Bertarif Rp320 JutaSeperti bocah yang berada di toko permen, Neistat tiada henti mencicipi makanan yang ditawarkan, disajikan dalam buku menu bersampul kulit (Foto2: MailOnline)

KAVIAR disediakan sepanjang waktu, mandi air panas, layanan serba mewah ... apakah ini terdengar seperti di hotel berbintang? Ternyata bukan.

Inilah pengalaman menarik yang dialami vlogger Casey Neistat ketika ia menikmati layanan penerbangan kelas satu Emirates Airlines dari Dubai ke New York belum lama ini, biaya yang harus ditanggungnya luar biasa besar, Rp320 juta.

Casey, tentu saja, kemudian melanjutkan kegiatan merekam selama penerbangan 14 jam, yang disebutnya 'satu hari terpenting dalam hidupnya.'

Film pendek, yang kini diunggah ke YouTube-nya, memperlihatkan standar penerbangan kelas satu dari maskapai terkemuka dunia.

Dari cocktail bar layaknya di sebuah hotel bintang lima, untuk menu makanan yang tak terbatas, perhatian terhadap detail layanan dinilainya luar biasa.

Sebagian besar dari kita cukup terkesan jika minuman mahal yang ditawarkan pada penerbangan internasional jarak jauh, tetapi di kelas satu Emirates, semua disediakan termasuk Glendfiddich hingga vodka Grey Rosse.

Apabila Anda tidak memiliki energi untuk meminta bantuan awak kabin, tersedia minibar pribadi yang menyediakan air mineral, minuman seperti air, limun dan cola di samping kursi.

Dan kursi penumpang dilengkapi pintu geser elektronik untuk mengubanya menjadi ruang mewah layaknya di hotel.

Seperti bocah yang berada di toko permen, Neistat tiada henti mencicipi makanan yang ditawarkan, disajikan dalam buku menu bersampul kulit.

Dia mengatakan: 'Anda dapat memesan apa pun yang Anda inginkan, kapanpun Anda inginkan.'

'Jika Anda memesan sesuatu maka mereka akan memasak di sana dan kemudian, seperti berada di sebuah restoran di darat saja.'

Ini bukan sekadar hidangan terbaik, menu yang disediakan antara lain canapes seperti makarel asap dengan wasabi mayones pada pumpernickel, dan feta diasinkan dengan terong kaviar dan shichimi.

Lalu ada bagian hidangan pembuka yang menawarkan kaviar dengan bawang cincang, telur parut, krim asam, melba roti dan blinis, serta daging sapi consommé dan sup jamur.

Setelah makan, Neistat mengamati bagian dalam goodie bag yang, serta berbagai perangkat mandi mewah juga sepasang sepatu dan satu set piyama.

Semua kemewahan dapat melelahkan seseorang, jadi anggota awak kabin datang untuk membantu mengubah kursinya menjadi tempat tidur, lengkap dengan bantal dan selimut, yang disebut Neistat sebagai 'lebih nyaman daripada tempat tidur di rumah.'

Namun layanan terbaik belum datang - satu setengah jam sebelum pesawat mendarat di AS, awak kabin datang untuk memberitahu penumpang untuk bersiap mandi.

Dia mengatakan: "Anda harus memesan kamar mandi Anda, jadi saya memesannya sebelum pesawat mendarat.'

"Saya hampir hampir 30 menit di kamar mandi untuk melakukan apapun yang saya inginkan dan lima menit mandi air panas.'

Setelah memanfaatkan semua fasilitas, termasuk handuk berbulu putih, alat cukur, pengering rambut, dan bahkan merasakan harumnya parfum anggrek, Neistat keluar dari kamar mandi dan menyiapkan diri untuk kedatangan pesawat itu di JFK seperti dilansir MailOnline.

Dia menyimpulkan: "Ini benar-benar mengubah seluruh pandangan Anda tentang layanan penerbangan, ketika Anda mengambil bagian yang paling menyakitkan dari perjalanan dan bukan menjadi pengalaman yang menegangkan, saya menikmati penerbangan yang sangat menyenangkan.'

CAVIAR on offer round the clock, hot showers, a turn down service... does this sound like a fancy hotel? Well, it's not.

It was actually the experience of vlogger Casey Neistat when he was upgraded to first class on an Emirates Airlines flight from Dubai to New York recently, in a seat that would have cost him $21,632.30 (£16,583).

So Casey, of course, proceeded to video his entire 14-hour flight, which he called 'once of the greatest days of my life'.

The short film, which he has now uploaded to his YouTube channel, shows the eye-popping standard of quality in a first class flight with the airline.

From a cocktail bar worthy of a five-star hotel, to an extensive food menu, the attention to detail is outstanding.

Most of us are pretty impressed if free wine and beer is on offer on a long-haul flight, but in Emirates first class, there is everything from a Glendfiddich 21-year-old malt to Grey Goose vodka available to passengers.

If you don't have the energy to ask the cabin crew for assistance, there is also a personal minibar featuring drinks like water, lemonade and cola next to the seat.

And the seat has electronic sliding doors to create a luxurious cocoon.

Like a child in a sweet shop, Neistat settles down to sample the food on offer, showcased in a leather-bound menu.

He said: 'You can order whatever you want, whenever you want.

'If you order something then they’ll cook it there and then, like being at a real restaurant.'

It's not just main meals either, the menu includes canapes like smoked mackerel with wasabi mayonnaise on pumpernickel, and marinated feta with aubergine caviar and shichimi.

Then there is an appetisers section that offers caviar with chopped onion, grated egg, sour cream, melba toast and blinis, as well as beef consommé and mushroom soup. 

After his meal, Neistat tucks into the goodie bag on offer, which as well as a range of fancy toiletries also contains a real pair of slipper and a set of pyjamas.

All that luxury can tire a person out, so a cabin crew member comes to help turn his chair into a bed, complete with sheet, pillow and duvet, which Neistat claims is 'more comfortable than my bed at home.'

But the best is yet to come - an hour and a half before the plane lands in the US, a cabin crew member comes to inform the passenger that his slot in the shower is coming up.

He said: 'You have to reserve your shower, so I reserved it for as close to landing as possible.

'I have 30 minutes in the bathroom to do whatever I want and five minutes of hot running water.'

After making use of all the amenities, including white fluffy towels, shaver, hairdryer, and even taking in the scent of the real orchid, Neistat leaves the bathroom and readies himself for the plane's arrival at JFK.

He concluded: 'It really does change your whole relationship with travel, when you take the most painful part of travelling and instead of that being a terrible experience, it goes from pain to pleasurable.'