Tujuh Provinsi Pasok Toko Tani Indonesia Hadapi Ramadan dan Lebaran

Seven Provinces Supply Indonesia`s Kiosks Food for Ramadhan and Eid

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Tujuh Provinsi Pasok Toko Tani Indonesia Hadapi Ramadan dan LebaranMentan Andi Amran Sulaiman memberi pengarahan pada Apel Siaga TTI di Kecamatan Rengasdengklok (Foto: B2B/Mac)

Karawang, Jabar (B2B) - Pemerintah RI mengharapkan dukungan Kabupaten Karawang di Provinsi Jawa Barat dan enam provinsi lainnya untuk memasok pangan utama bagi warga Jabodetabek melalui Toko Tani Indonesia (TTI) dalam menghadapi hari besar keagamaan nasional, khususnya Ramadan dan Lebaran pada Mei - Juni 2017, sehingga memberi kepastian harga pangan yang terjangkau bagi konsumen dan jaminan kesejahteraan bagi petani.

"Terima kasih kepada ibu bupati, Karawang adalah penopang Jakarta. Kita sedih kalau Jakarta harus membeli beras dari Thailand dan Vietnam lalu jagung dari Amerika dan Argentina. Saya minta Jabar, Banten dan Lampung yang menyelesaikan Jakarta begitu pula dengan empat provinsi lainnya," kata Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman pada kegiatan Apel Siaga TTI di Kecamatan Jayakerta pada Selasa (18/4).

Menurut Mentan, empat provinsi lainnya adalah Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang akan memasok pangan ke 1.000 TTI di Jabodetabek.

Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian juga menggandeng PT Bumi Pangan Digdaya (BPD Agro) sebagai penyedia logistik dan pendistribusian pangan pokok kepada TTI di Jabodetabek, sementara PT Gojek Indonesia sebagai penyedia ojek online akan mendukung distribusi kepada konsumen.

Tampak hadir Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita; Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKP Spudnik Sujono.

Kegiatan apel siaga bertujuan menggerakkan TTI sebagai langkah strategis memenuhi kebutuhan pangan masyarakat menghadapi Ramadan dan Lebaran, karena harga yang ditawarkan lebih murah dari harga pasar. Misalnya beras hanya Rp7.900/kg ketimbang harga di pasar sekitar Rp9.500/kg begitu pula komoditas lain yang dijual TTI seperti bawang merah, cabai, daging sapi, daging ayam, telur ayam. minyak goreng, terigu dan lainnya.

"Hal ini tentunya sangat membantu masyarakat, khususnya ibu-ibu dalam memenuhi kebutuhan pangan yang murah, karena bisa menghemat pengeluaran selama Ramadan dan Lebaran mendatang," kata Mentan.

Karawang, West Java (B2B) - The Indonesian government expects support of Karawang district in West Java Province and six provinces supply staple food for the Greater Jakarta people through the Indonesia´s Kios Foods called the TTI  on national religious holiday especially Ramadan and Eid, from May to June 2017, ensure the availability of food at an affordable price for consumers and farmers´ welfare.

"Thanks to the regent, Karawang district who supply food staples to Jakarta. We were sad the Indonesian capital have to buy rice from Thailand and Vietnam and maize from the United States and Argentina. I´m West Java, Banten and Lampung and four other provinces to support the food needs of Jakarta," said Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman in Jayakerta subdistrict on Tuesday (April 18).

According to him, four other provinces are South Sumatra, Central Java, East Java and West Nusa Tenggara which will supply food to 1,000 TTI kiosk in Greater Jakarta.

Food Security Agency of agriculture ministry also collaborates with Bumi Pangan Digdaya Corp. called the BPD Agro as the logistics provider and distributor of staple foods to TTI kiosk, while Gojek Indonesia Corp provides online motorcycle taxi support distribution to consumers.

It was attended by Trade Minister Enggartiasto Lukita; Minister of Rural Development and Transmigration, Eko Putro Sandjojo, Karawang Regent Cellica and Acting Director General of Food Security Agency Spudnik Sujono.

The activity aims to encourage the TTI as strategic move food needs of people in Ramadan and Eid, because the price is cheaper than market price. For example, rice is only 7,900 rupiah per kg and 9,500 of market prices as did other commodities such as onion, chilli, beef, chicken, chicken eggs. cooking oil, flour and others.

"TTI kiosks will help people, especially housewives meet the food needs of family, because it can save household expenses during Ramadan and Eid," Minister Sulaiman said.