Konvensi Kopi, Teh dan Coklat 2017 Gairahkan Komoditas Perkebunan Strategis

The 2017 Indonesian Coffee, Tea and Cocoa Convention

Reporter : Gusmiati Waris
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Konvensi Kopi, Teh dan Coklat 2017 Gairahkan Komoditas Perkebunan StrategisFoto: Humas Kementan

Jakarta (B2B) - Konvensi Kopi, Teh dan Coklat Indonesia (KKTC 2017) berupaya mewujudkan Indonesia sebagai penghasil ketiga komoditas perkebunan strategis dan destinasi agrowisata terbaik di dunia, dengan mempertemukan para petani pekebun dengan pengusaha, asosiasi dan pemerintah sebagai regulator.

Kepala Biro Humas dan Informasi Kementan, Agung Hendriadi mengatakan KKTC 2017 didukung kementerian untuk mendorong peningkatan komoditas hortikultura dan perkebunan, menyusul sukses swasembada beras, jagung, bawang merah dan cabai sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo.

Ketua Pelaksana KKTC 2017 Kuntari Sapta Nirwandar mengatakan konvensi kopi, teh dan kakao diharapkan menjadi ajang untuk mempertemukan petani, pengusaha, asosiasi dan pemerintah.

KKTC 2017 juga diikuti Kementerian Pariwisata, Pemkab OKU Selatan, Kabupaten Lahat, PTPN VIII, berbagai produsen dan UKM di bidang usaha kopi, teh dan coklat.

Jakarta (B2B) - The 2017 Indonesian Coffee, Tea and Cocoa Convention called the KKTC 2017 seeks to realize Indonesia as a producer of strategic plantation commodities and the best agro-tourism destination in the world, aims to improve the cooperation of farmers, employers, associations and government.

Indonesian Agriculture Ministry spokesman Agung Hendriadi said that KKTC 2017 is supported by ministry to boost horticulture and plantation commodities following the success of rice self-sufficiency and another strategic commodities such as corn, onion and chili in accordance with instruction of President Joko Widodo.

Chairman of KKTC 2017 Kuntari Sapta Nirwandar said coffee, tea and cocoa convention aims to improve the cooperation of farmers, employers, associations and government.

The KKTC 2017 also followed by Tourism Ministry, South of Ogan Komering Ulu Regency, Lahat Regency, SMEs, producers of coffee, tea and cocoa.