Polri, Lembaga Terkorup di Indonesia dan Asia Tenggara

Police Most Corrupt Institution in Indonesia and Southeast Asia

Reporter : Rusdi Kamal
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Polri, Lembaga Terkorup di Indonesia dan Asia TenggaraIlustrasi: bdinn.com

Jakarta (B2B) - Hasil survei Transparency International Indonesia (TII) menyatakan kepolisian sebagai lembaga terkorup di Asia Tenggara maupun Indonesia.

Dalam survei Global Corruption Barometer (GCB) 2013 yang dirilis TII, dengan menggunakan responden 114 ribu orang di 107 negara, memperoleh hasil bahwa kepolisian menduduki peringkat pertama terkorup dan diikuti parlemen serta pengadilan.
 
Di Indonesia, TII menggunakan 1.000 responden yang tersebar di lima kota yaitu Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar, dan Bandung. Sedangkan di wilayah Asia Tenggara, di antaranya, Kamboja, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Seperti diketahui, survei TII menyebutkan dalam skala korupsi menurut kelembagaan di Asia Tenggara yang paling tinggi melakukan korupsi menurut responden adalah institusi kepolisian dengan jumlah 3,9%. Kemudian, partai politik dengan jumlah 3,6% dan ketiga diisi oleh pejabat publik yang dianggap korup dengan jumlah 3,5%.

Sementara, peradilan dengan jumlah 3,4%. Parlemen sendiri dianggap korup oleh 3,3% responden. Di urutan berikutnya ada bidang bisnis dengan jumlah 3,1%. Bidang kesehatan dan pendidikan dianggap korup oleh 2,9%.
 
Sedangkan dari hasil survei di Indonesia, disebutkan kepolisian juga paling tinggi indikasi terkorup yaitu 4,5%. Masih dengan jumlah yang sama disusul oleh parlemen. Di urutan ketiga terkorup adalah peradilan sebesar 4,4% dan partai politik di 4,3%.

Jakarta (B2B) - The results of a survey of Transparency International Indonesia (TII) said the police as the most corrupt institution in Southeast Asia and Indonesia.

In the Global Corruption Barometer survey (GCB) 2013, which was released TII, using respondents 114 thousand people in 107 countries, obtaining results that tops the most corrupt police and followed the parliament and the courts.

In Indonesia, TII using 1,000 respondents from the five cities of Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar, and Bandung. Whereas in the region of Southeast Asia including Cambodia, Indonesia, Malaysia, Philippines, Thailand, and Vietnam.

As is known, the survey mentions TII scale according to institutional corruption in Southeast Asia´s most corrupt according to the respondents is the police as much as 3.9%. Then, the political parties reached 3.6% and the third is a public official by 3.5%.

Meanwhile, the judiciary amounted to 3.4%. Parliament considered corrupt by 3.3% of respondents, in the next order of business areas at 3.1%. Health and education are considered corrupt by 2.9%.
 
While the results of the survey in Indonesia, police also mentioned indications corrupt highest at 4.5%. Still with the same number followed by the parliament, in the second place. In third place is the most corrupt judiciary by 4.4% and 4.3% in the political parties.