Forwatan dan Tiga Asosiasi Hilir Sawit Berbagi Manfaat bagi Yatim Piatu

Indonesian Palm Oil Association Donates to Orphans Ahead of Eid 2025

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Forwatan dan Tiga Asosiasi Hilir Sawit Berbagi Manfaat bagi Yatim Piatu
FORWATAN: Bantuan diserahkan oleh Forwatan yakni Ibnu Yuwono Nugroho (Ketua), Beledug Bantolo (Sekjen), Qayuum Amri (Wakil Ketua) serta Juni Armanto dan Suharno sebagai Dewan Pakar Forwatan.

Jakarta (B2B) - Selama empat tahun berturut-turut, Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) dipercaya oleh tiga asosiasi hilir sawit untuk bekerjasama membagikan bantuan sosial kepada pesantren dan yayasan yatim piatu.

Ketiga asosiasi tersebut adalah Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi), Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (Apolin), dan Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI). 

Bantuan sembako yang diberikan sangatlah beragam antara lain minyak goreng dan makanan yang mengandung produk turunan sawit. Ratusan bantuan ini diserahkan kepada tiga yayasan yatim piatu dan pesantren yang tersebar di Jakarta, Bogor, dan Depok. 

Simbolisasi penyerahan bantuan dilakukan di Panti Asuhan Riyadhush Sholihin Kebayunan, Depok, Jawa Barat, Jumat (21 Maret 2025). Bantuan juga diserahkan ke lembaga lain yaitu Pesantren Yatim dan Dhuafa Assa’adah di Jakarta Selatan dan Dompet Yatim&Dhuafa di Depok.

Hadir dalam kegiatan penyerahan ini antara lain pengurus Forwatan yakni Ibnu Yuwono Nugroho (Ketua), Beledug Bantolo (Sekjen), Qayuum Amri (Wakil Ketua) beserta Juni Armanto dan Suharno sebagai Dewan Pakar Forwatan. 

Sementara itu, jajaran asosiasi hilir sawit diwakili oleh Dinna (Apolin) dan Via (Aprobi). Bantuan ini diterima oleh KH Bahruddin, pengelola Panti Asuhan Riyadhush Sholihin Kebayunan bersama 60 santrinya.

Ketua Forwatan Yuwono Ibnu Nugroho dalam sambutannya menjelaskan bahwa Indonesia menerima banyak manfaat dari penggunaan sawit untuk kebutuhan pangan dan energi. 

Saat ini, terdapat 158 jenis produk turunan yang telah dihasilkan Indonesia sebagai produsen sawit terbesar di Indonesia. 

“Di hadapan pak kyai dan adik-adik santri ini, ada banyak produk yang menggunakan minyak sawit. Semua produk tersebut menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan mendukung kebutuhan sehari-hari. Jadi produk turunan sawit berkontribusi bagi perekonomian negara dan ekspor,” kata Ibnu, alumni Universitas Pembangunan Nasional ini. 

Merujuk data Kementerian Perindustrian RI, pada 2023, nilai ekonomi industri kelapa sawit diperkirakan sekitar Rp 750 Triliun (3,5% PDB Nasional tahun 2023). 

Sektor ini menyumbang devisa ekspor hingga US$28,45 miliar yang setara dengan Rp455 triliun. Selanjutnya, nilai ekspor yang sedemikian besar ini didominasi oleh produk turunan kelapa sawit, dimana sekitar 93,5% volume ekspor merupakan produk olahan minyak sawit.

Ibnu menuturkan kegiatan bakti sosial ini juga bagian memperkenalkan kebaikan produk turunan sawit kepada masyarakat sehingga isu negatif seputar sawit dapat dicegah. 

"Saat ini, banyak informasi hoaks mengenai sawit yang menyebar di masyarakat dengan tujuan membangun kebencian terhadap produk sawit," katanya.

Di sinilah, katanya lagi, peranan Forwatan mencegah beredarnya informasi hoaks dan negatif yang dapat mengganggu sektor industri hilir sawit. Jadi kami tegaskan bahwa sawit adalah produk asli Indonesia yang bermanfaat bagi bangsa ini.

Di tempat terpisah, Direktur Eksekutif GIMNI Sahat Sinaga mengapresiasi kegiatan bakti sosial yang telah dijalankan ini karena menunjukkan kontribusi dan manfaat positif produk hilir sawit bagi masyarakat.

Selama ini, Forwatan menjadi mitra bagi asosiasi hilir sawit untuk mendistribusikan bantuan sosial. 

“Kami mendukung program hilirisasi Presiden Prabowo sesuai asta cita. Karena itulah harapan kami, semoga Presiden Prabowo Subianto dapat memberikan kepastian regulasi supaya industri hilir semakin meningkat kinerjanya dan makin berperan bagi Indonesia,” pungkasnya.

Jakarta [B2B] - The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.