Swasembada, Kementan Luncurkan Aplikasi Monev Pendamping Brigade Pangan

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Medan

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Swasembada, Kementan Luncurkan Aplikasi Monev Pendamping Brigade Pangan
POLBANGTAN MEDAN: Direktur Nurliana Harahap mengatakan, Polbangtan Medan sebagai PJ Brigade Pangan di Sumatera Utara melaksanakan sosialisasi untuk mempercepat sistem pelaporan.

Medan, Sumut (B2B) - Kementerian Pertanian (Kementan) meluncurkan “Aplikasi Monitoring Evaluasi Pendamping Brigade Pangan” sebagai upaya untuk mempercepat mewujudkan swasembada pangan nasional. 

Sosialiasi Aplikasi Monitoring Evaluasi Pendamping Brigade Pangan (BP) berlangsung secara online pada Selasa, 18 Maret 2025 untuk memberikan pemahaman kepada penyuluh agar meng-input laporan kegiatan setiap hari terkait kegiatan-kegiatan program BP seperti koordinasi pertemuan, identifikasi potensi wilayah sarana dan prasaran dan SDM, pendampingan dalam perencanaan, pendampingan budidaya, pendampingan panen, pendampingan pengelolaan pascapanen, pengelolaan literasi laporan keuangan dan akses permodalan.

Aplikasi Monitoring Evaluasi Pendamping Brigade Pangan (BP) akan dijadikan Menteri Pertanian (Mentan) sebagai indikator penilaian hasil kinerja dan keaktifan penyuluh pendamping BP berdasarkan pelaporan yang di inputnya setiap hari. Penyuluh pendamping wajib menginput laporan kegiatan hariannya pada website https://brigadepangan.pertanian.go.id/. Link dapat diakses melaui Mozila, Google Crome dan lain-lain. 

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menuturkan, melalui Peraturan Presiden (Perpres) yang akan diterbitkan, penyuluh pertanian yang tersebar di seluruh Indonesia akan berada di bawah pengelolaan Kementerian Pertanian (Kementan).

Langkah itu diambil sebagai salah satu langkah strategis untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan yang ditargetkan tercapai dalam tiga tahun, yaitu pada tahun 2027 oleh Pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. 

“Dengan sinergi antara teknologi dan semangat inovasi, program ini diharapkan mampu membawa Indonesia menuju swasembada pangan yang berkelanjutan,” kata Mentan Amran.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti. 

“Dengan koordinasi yang baik antara Kementerian Pertanian, TNI, Polri, dan pemerintah daerah, kita optimis dapat meningkatkan ketahanan pangan secara berkelanjutan”, kata Santi.

Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Peningkatan Produksi Pertanian, Hasil Sembiring menyebutkan bahwa penyuluh adalah garda terdepan menjadi champion dan panutan yang paling aktif, paling tahu wilayah kerjanya dan paling pertama tahu setiap permasalahan yang terjadi dilapangan, maka penyuluh harus aktif melaporkan data setiap hari.

“Pemerintah sudah banyak menyalurkan bantuan berupa Alsintan, benih, pupuk, oplah. Produksi seharusnya semakin meningkat dan laporan yang diterima ternyata masih sedikit," katanya.

Penyuluh harus cek kembali teknologi yang digunakan apakah sudah benar misalnya penyuluh dilokasi Oplah, apakah bangunan oplah efektif untuk mencapai IP 3 kali. 

"Silakan ditelusuri apakah pintu air tidak lengkap, benteng kurang tinggi sehingga kurang maksimal, silahkan penyuluh laporkan agar mendapatkan Solusi yang cepat," ungkapnya.

Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap dalam sambutannya menyampaikan bahwa Sosialiasi terkait Aplikasi Monitoring Evaluasi Pendamping Brigade Pangan mengingatkan kepada seluruh penyuluh dan insan pertanian memiliki target yang harus dicapai. 

"Diharapkan keaktifan dan partisipasi semua pihak dalam mensukseskan program swasembada pangan," katanya.

Polbangtan Medan sebagai penanggungjawab Brigade Pangan di Sumatera Utara, kata Nurliana Harahap, melaksanakan sosialisasi untuk mempercepat sistem pelaporan. 

"Diharapkan penyuluh dilapangan terlibat interaksi dan mau berkontribusi dalam memajukan pertanian Indonesia”, kata Nurliana.

Dia sangat berharap dan percaya seluruh pendamping BP dan insan pertanian mendukung swasembada pangan. 

Semoga sosialisasi terkait aplikasi tersebut mudah dipahami dan digunakan untuk pelaporan selanjutnya," tutup Nurliana. [yenni/risma/ira/timhumas polbangtanmedan]

Medan of North Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

Youth Enterpreneurship And Employment Support Services Program to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts for the millennial entrepreneur.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.