Stabilitasi Harga, SMK-PP Negeri Kementan gelar Operasi Pasar Murah di Banyuasin

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Stabilitasi Harga, SMK-PP Negeri Kementan gelar Operasi Pasar Murah di Banyuasin
SMKPPN SEMBAWA: Kepala SMKPP Negeri Sembawa, Budi Santoso bagian dari langkah nyata menjaga kestabilan harga bahan pokok dan masyarakat mendapatkan dengan harga terjangkau.

Banyuasin, Sumsel (B2B) - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) salah satunya SMK Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Sembawa secara kontinyu menggelar Operasi Pasar Pangan Murah sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan dan stabilitas harga bahan pokok. 

Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari pada 1 - 28 Maret 2025 pukul 08.00 hingga 11.00 WIB di Jalan Lintas Timur Km 29 Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Operasi Pasar Pangan Murah ini adalah langkah nyata dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok serta memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga yang terjangkau. 

"Pemerintah terus berupaya meningkatkan ketahanan pangan melalui berbagai inisiatif, termasuk kegiatan seperti ini,” katanya.

Senada Mentan, Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti menambahkan, pihaknya terus mendorong program-program yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. 

"Operasi pasar adalah bagian dari upaya Kementan dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat sistem distribusi pangan yang lebih merata," katanya.

Kepala SMKPP Negeri Sembawa, Budi Santoso diwakili Kasubag Tata Usaha, Syamsyiah menyampaikan Operasi Pasar Pangan Murah bertujuan membantu masyarakat menjaga daya beli, di tengah fluktuasi harga bahan pokok serta memberikan akses pangan yang lebih mudah dan terjangkau. 

“Alhamdulillah antusiasme masyarakat sangat tinggi, terlihat dari banyaknya warga yang hadir dan memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan kebutuhan dapur dengan harga lebih hemat," katanya.

Berbagai bahan pangan seperti beras, minyak goreng, gula pasir, daging kerbau beku, ayam ras beku, telur, dan sayur-mayur dijual dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar, sampai hari ini jumlah transaksi pasar pangan murah mencapai 105 juta rupiah.

“Dengan operasi pasar ini, diharapkan tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga murah, juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya stabilitas harga pangan dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Salah satu warga yang berbelanja Rasmini menyampaikan sangat terbantu dengan adanya pasar murah, karena harganya lebih miring daripada di warung biasanya pada Ramadhan, untuk kebutuhan pangan pokok mahal seperti gula, beras, telur dan daging. 

"Harapannya pasar murah ini selalu ada setiap saat," kata Rasmini. [titin/timhumas smkppn sembawa]

Banyuasin of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

Youth Enterpreneurship And Employment Support Services Program to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts for the millennial entrepreneur.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.