Regenerasi SDM Pertanian, Polbangtan Kementan Gandeng Pemkab Aceh Tengah
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Medan
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani

Aceh Tengah, NAD (B2B) - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) pada Polbangtan Medan terus melakukan kerjasama dengan berbagai pihak dalam hal menciptakan dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang pertanian.
Seperti yang dilakukan oleh Polbangtan Medan, Selasa (26/3/2025) yang menghadiri kegiatan Launching Program Sekolah/Madrasah Belangi di Takengon, Aceh Tengah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kerjasama antara Polbangtan Medan dan Pemda Kabupaten Aceh Tengah dalam regenerasi SDM di bidang pertanian.
Program ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, yang menegaskan pentingnya regenerasi petani dan modernisasi sektor pertanian.
"Untuk mencapai swasembada pangan dan meningkatkan daya saing produk pertanian, kita harus menyiapkan generasi muda yang kompeten di bidang ini. Polbangtan dan PEPI hadir sebagai solusi bagi anak-anak muda yang ingin berkontribusi dalam pertanian modern," katanya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan sebagai bagian dari implementasi program swasembada pangan, Polbangtan, PEPI dan SMKPP memiliki peran penting dalam meningkatkan produksi dan produktivitas padi.
Upaya tersebut dapat dilakukan melalui optimalisasi lahan, cetak sawah rakyat, penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta sarana produksi pertanian lainnya.
Selain itu, pemerintah juga mendukung penyediaan pupuk dan peningkatan kualitas SDM pertanian dengan konsep pertanian modern melalui Brigade Pangan.
Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap dalam sambutannya menyampaikan bahwa SDM merupakan bagian terpenting dalam pembangunan nasional, dengan keberhasilan yang telah di raih Kabupaten Aceh Tengah membutuhkan SDM yang berkualitas.
“Pendidikan harus dibangun mulai dari ruang keluarga, sekolah dan bermain yang membutuhkan perhatian dan kolaborasi yang harmonis dari keluarga, pihak sekolah dan lingkungan dengan menanamkan karakter,” katanya.
Polbangtan Medan, ungkap Nurliana Harahap, telah banyak menghasilkan alumni dan membuka peluang bagi lulusan SMK pertanian, MAN Jurusan IPA untuk mendaftar di Polbangtan Medan melalui jalur kerjasama.
Sementara itu, Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga mengatakan program Madrasah ditujukan untuk menjawab kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi termasuk salah satunya adalah Polbangtan Medan.
“Aceh Tengah memiliki program untuk menyediakan SDM dengan substansi yang luas terutama SDM dengan kompetensi yang langka melalui kerjasama dengan berbagai lembaga pendidikan tinggi," katanya.
Aceh Tengah, ungkap Haili Yoga, memiliki impian dalam lima tahun kedepan memiliki SDM dengan kompetensi sesuai dengan standar yang dibutuhkan daerah.
Sekolah Belangin merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam mewujudkan SDM yang handal,” ujarnya.
Kegiatan ini dihadiri juga oleh Ketua DPRD, Rektor IAIN, Teknos, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Sekolah dan siswa siswi se Kabupaten Aceh Tengah. [yenni/risma/ira/timhumas polbangtanmedan]
Central Aceh of Aceh [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
Youth Enterpreneurship And Employment Support Services Program to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts for the millennial entrepreneur.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.