Maksimalkan Alsintan, Kementan Percepat Olah Lahan dan Tanam di Kalteng

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Banjarbaru

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Maksimalkan Alsintan, Kementan Percepat Olah Lahan dan Tanam di Kalteng
SMKPPN BANJARBARU: Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Yudi Astoni mengatakan, ketahanan pangan dan swasembada pangan suatu langkah strategis menjamin kesejahteraan dan kemandirian bangsa.

Banjarbaru, Kalsel (Kalsel) - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengintensifkan berbagai upaya untuk mencapai target swasembada pangan nasional pada 2027, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pencapaian swasembada pangan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif dari semua pihak termasuk sumber daya manusia (SDM) pertanian, khususnya petani.

"Kita harus bekerja keras dan berkolaborasi untuk mewujudkan swasembada pangan secepat mungkin, karena ini merupakan kunci ketahanan pangan nasional," katanya dalam berbagai kesempatan. 

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Kementan adalah membentuk Program Brigade Pangan, kata Mentan Amran, yang bertujuan mempercepat swasembada pangan melalui optimalisasi sumber daya lokal dan dukungan teknologi pertanian modern. 

Mendukung upaya tersebut, Badan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) kembali menggelar Millenial Agriculture Forum (MAF) Volume 6 Edisi 12 bertema ´Pemanfaatan Alsintan dalam Mendorong Percepatan Olah Lahan dan Tanam´.

Kegiatan MAF kali ini dilaksanakan oleh Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMK PPN) Banjarbaru, Sabtu, (29/03/2025).

Mengawali MAF, Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Yudi Astoni mengatakan, ketahanan pangan dan swasembada pangan suatu langkah strategis untuk menjamin kesejahteraan dan kemandirian bangsa di tengah tantangan Global yang terus berkembang.

“Kita harus mendukung swasembada pangan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya ini, kata kunci yang kita harus Swasembada pangan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya," katanya.

Upaya tersebut, kata Yudi Astoni, seperti disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto saat pidato pertamanya setelah dilantik menjadi Presiden.

“Mentan Amran Sulaiman tiada henti selalu mengajak para petani di seluruh Indonesia untuk meningkatkan produksi pertanian melalui berbagai upaya, di antaranya dengan optimalisasi lahan perluasan areal tanam dengan program cetak sawah rakyat dengan penggunaan alsintan modern”, pungkas Yudi.

Narasumber MAF

Mengawali materi dari Suhaimi, selaku Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. 

Dia mengusung materi tentang "Dukungan dan Kebijakan Pemerintah Daerah dalam mendorong percepatan Olah Lahan dan Tanam".

Pemateri kedua Kartika Sariyuliastuti, selaku Penyuluh Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. 

Penyuluh ini memberikan materi tentang "Dukungan Penyuluh dalam Mendorong Percepatan Olah Lahan dan Tanam".

Terakhir materi dari Maryoto seorang Manager Brigade Pangan Muda Jaya Sejahtera dari Kabupaten Kapuas. Kali ini dia menyampaikan materi tentang "Pemanfaatan Alsintan dalam Mendorong Percepatan Olah Lahan dan Tanam"

Di momen ini, Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa Brigade Pangan adalah bentuk konkret komitmen pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan daerah melalui sinergi antara program optimalisasi lahan, pemanfaatan teknologi pertanian, dan pengembangan kapasitas petani.

“Sesuai arahan dari Presiden Prabowo, meminta kita untuk Swasembada pangan secepat-cepatnya dan sesingkat-singkatnya," katanya.

Kabadan mengingatkan bahwa Mentan Amran Sulaiman juga meminta kita untuk bersatu agar ini segera bisa terealisasikan dengan meningkatkan indeks pertanaman 1 menjadi 2 dari, 2 menjadi 3.

“Kalimantan Tengah atau dimana saja harapannya agar semuanya, berikatan dengan ini betul-betul bisa kita andalkan untuk menjadi pahlawan pangan baik sekarang maupun di masa yang akan datang”, ungkas Kabadan Santi.

Melalui closing statement, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) Muhammad Amin juga menegaskan dukungan pihaknya. 

“Ini menjadi tugas kita bersama untuk bisa mewujudkan Sembada pangan yang diharapkan oleh pemerintah melalui Kementan. Ini bisa kita wujudkan bersama-sama, saya menyampaikan terima kasih kepada beserta seluruh jajaran yang terlibat dalam swasembada ini," tutup Amin. (Tim Ekpos SMK-PPN Banjarbaru)

Banjarbaru of South Borneo [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

Youth Enterpreneurship And Employment Support Services Program to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts for the millennial entrepreneur.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.