Negara Termakmur di Dunia: Norwegia Teratas, Indonesia Peringkat 69 dari 142 Negara

Norway is Ranked the Most Prosperous Country in the World

Editor : Ismail Gani
Translator : Novita Cahyadi


Negara Termakmur di Dunia: Norwegia Teratas, Indonesia Peringkat 69 dari 142 Negara
Ilustrasi: MailOnline

NORWEGIA dinyatakan sebagai negara paling makmur di dunia selama tujuh tahun berturut-turut padahal bukan negara anggota Uni Eropa. Norwegia dinyatakan makmur karena negara menjamin kebebasan kepada warganya, kualitas sistem kesehatan dan ikatan sosial maupun toleransi diantara warganya, menurut hasil survei  The 2015 Legatum Prosperity Index.

Swiss berada di peringkat kedua, Denmark ketiga, Selandia Baru peringkat keempat, Swedia yang kelima, Kanada masuk peringkat enam, Australia posisi ketujuh, dan Inggris melorot ke peringkat 15.

Indeks kemakmuran ini dikumpulkan oleh lembaga think-tank yang berbasis di London, the Legatum Institute, yang menyusun daftar peringkat tersebut dalam delapan kategori yang meliputi indikator ekonomi, kewirausahaan dan peluang usaha, tata kelola pemerintahan, pendidikan, kesehatan, keselamatan dan keamanan, kebebasan pribadi, dan modal sosial.

Peringkat Inggris melorot dari posisi ke-13 tahun lalu, tapi kinerja ekonomi Inggris telah melampaui semua negara utama di Uni Eropa utama dan kini menjadi salah satu tempat terbaik di dunia untuk memulai sebuah bisnis.

Kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk memberi peluang seluruh warganya mendapatkan pekerjaan setelah negara bangkit dari kesulitan ekonomi memberi hasil yang luar biasa, menurut lembaga ini, seperti dilansir MailOnline.

Nathan Gamester, direktur program dari Legatum Institute mengatakan: 'keberhasilan nyata Inggris melakukan transformasi ekonomi baru-baru ini. Sejak terjadinya kesulitan keuangan, pemerintah telah memprioritaskan pembukaan lapangan kerja.

'Hasilnya bisa dilihat dari Indeks Kemakmuran 2015 - cukup luar biasa. Pereknomian Inggris pulih lebih cepat pada kategori ekonomi daripada negara utama di Uni Eropa.' 

'Kesenjangan pekerjaan antara warga terkaya dan termiskin yang mencapai 20 persen di Inggris berhasil diatasi sejak 2009. Hasilnya luar biasa di antara negara-negara maju.'

Warga Norwegia menolak negaranya masuk Uni Eropa melalui dua kali referendum. Seiring dengan itu Islandia dan Lichtenstein telah meneken perjanjian Wilayah Ekonomi Eropa yang memberikan akses ke pasar tunggal Eropa.

Namun dalam kesepakatan perjanjian telah diterima prinsip-prinsip kebebasan Uni Eropa meliputi kebebasan pergerakan barang, jasa, modal dan orang serta ketentuan hukum yang mengatur, antara lain, hukum ketenagakerjaan dan persaingan usaha. Hal ini juga berkontribusi pada pemasukan ratusan juta euro untuk anggaran Uni Eropa.

Meskipun Norwegia, Denmark dan Swedia berada di peringkat teratas dari 10 negara paling makmur, indeks menemukan bahwa perekonomian di kawasan Nordic masih berjuang keras untuk menciptakan lapangan kerja.

Di Swedia tingkat pengangguran mencapai 7,8%, sementara di Finlandia mencapai 9,4%, dan 6,3% di Denmark.

Di lima negara negara tersebut, total warga yang bekerja penuh waktu hanya 59,3%, bandingkan dengan AS dan Inggris di mana tingkat pengangguran hanya 5,5% dan 5,4% dari total penduduk di kedua negara.

Indeks mendapati negara makmur di peringkat terendah berada di Sub-Sahara Afrika dan Republik Afrika Tengah menempati urutan terburuk untuk dua tahun berturut-turut.

Enam dari sepuluh negara di peringkat terendah di Sub-Sahara Afrika, namun banyak negara di Timur Tengah juga berkinerja buruk.

Afghanistan berada di peringkat kedua dari bawah di peringkat 141, Suriah di posisi 136 dan Yaman di peringkat 135.

Dalam analisis yang lebih luas, lembaga ini memberi peringatan tentang tentang kerentanan beberapa negara yang menjadi target teror dari ISIS dengan membandingkan temuan terbaru dengan catatan yang berhubungan dengan Suriah dan Irak sebelum dikuasai ISIS.

Tunisia dan Maroko, dua negara yang termasuk berisiko tinggi terhadap ISIS.

EUROPEAN Union outsider Norway has been named the most prosperous country in the world for the seventh year in a row. Norway has come out top because of the freedom offered to citizens, the quality of its healthcare system and social bonds between its people, according to The 2015 Legatum Prosperity Index.

Switzerland was ranked second overall, while Denmark ranked third, New Zealand fourth, Sweden fifth, Canada sixth, Australia seventh and the UK down in 15th.

The index, compiled by London-based think-tank the Legatum Institute, ranks 142 countries across eight categories: the economy, entrepreneurship and opportunity, governance, education, health, safety and security, personal freedom, and social capital.

The UK has slipped from 13th last year, but the country's economic performance has outstripped all major European Union countries and is now one of the best places in the world to start up a business.

Government policies aimed at getting people into work in the wake of the financial crash have led to 'incredible' results, according to the institute.

Nathan Gamester, programme director of the prosperity index, said: 'Britain's real success has been its recent economic transformation. Since the financial crash, the Government has prioritised getting people into work.

'And the results - seen in the 2015 Prosperity Index - are quite incredible. The UK is growing faster in the economy category than any other major EU country.

'The gap in full-time employment between the richest and poorest 20 per cent of the country has halved since 2009. This is the biggest turnaround of any major developed economy.'

Norway has rejected EU membership in referendums twice. Along with Iceland and Lichtenstein it has a European Economic Area agreement that gives it access to the bloc's single market.

But in exchange it accepts the EU's principles of freedom of movement of goods, services, capital and people as well as rules governing, among other things, employment law and competition. It also contributes hundreds of millions of euros to the EU budget.

Although Norway, Denmark and Sweden rank in the top 10 most prosperous, the index found that many of the Nordic economies are struggling to create jobs.

In Sweden, unemployment is 7.8 per cent, the figure stands at 9.4 per cent in Finland and 6.3 per cent in Denmark.

Across the five countries, the employment rate is only 59.3 per cent, compared to the US and the UK where unemployment is 5.5 per cent and 5.4 per cent respectively.

The index found the least prosperous countries in the world are in Sub-Saharan Africa and the Central African Republic ranks worst for the second year in a row. 

Six of the bottom ten countries are in Sub-Saharan Africa, however many countries in the Middle East also perform poorly.

Afghanistan is ranked second from bottom at 141st, Syria stands at 136th and Yemen is ranked 135th.

In its wider analysis, the institute raises the alarm about the vulnerability of some countries to the Islamic State terror group by comparing its latest findings with records relating to Syria and Iraq before the advance of the jihadis.

Tunisia and Morocco are both flagged up as high-risk countries.